Kisah Marbot Naik Haji, Berjuang Menabung 15 Tahun

admin2

Tidak ada yang benar-benar mustahil ketika Allah sudah menghendaki. Keyakinan itu tergambar dari perjalanan Hamdi, seorang marbot masjid asal Banjarmasin yang akhirnya bisa menginjakkan kaki di Madinah, Arab Saudi.

Hamdi bukan sosok pengusaha besar, bukan pula pejabat dengan penghasilan tinggi. Ia hanyalah seorang penjaga masjid yang sehari-hari mengabdikan diri untuk merawat dan membersihkan rumah Allah. Namun, dari hidup yang sederhana itu, ia menyimpan impian besar: menunaikan ibadah haji.

Keberangkatan Hamdi ke Tanah Suci bukan datang begitu saja. Kuncinya ada pada kesabaran, kedisiplinan, dan tekad yang tidak mudah goyah. Dari penghasilan yang tidak selalu tetap, ia tetap menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk dimasukkan ke tabungan haji.

Hamdi menceritakan bahwa setiap bulan ia menerima sekitar Rp1 juta dari masjid. Selain itu, ada pula bantuan dari orang-orang yang memberinya sekitar Rp500 ribu per minggu, sehingga dalam sebulan bisa terkumpul sekitar Rp2 juta. Setiap rezeki tambahan yang ia dapatkan tidak ia habiskan, melainkan ia kumpulkan dengan sabar.

“Kalau dari masjid, tiap bulan saya diberi sejuta. Ada juga yang memberi Rp500 ribu seminggu, jadi sebulan sekitar Rp2 juta. Kadang ada juga pemberian dari orang, semuanya saya kumpulkan,” ujar Hamdi saat ditemui tim MCH di Bandara Madinah, Minggu (25/04/2026) Waktu Arab Saudi.

Sedikit demi sedikit, uang itu akhirnya cukup untuk mendaftar haji secara mandiri. Bagi Hamdi, setiap rupiah yang ia tabung bukan sekadar angka, tetapi bagian dari doa dan harapan yang terus ia jaga selama bertahun-tahun.

Perjalanan menuju Tanah Suci itu tidak singkat. Hamdi harus menunggu selama 15 tahun sebelum akhirnya mendapat kesempatan berangkat haji. Dalam masa penantian panjang tersebut, ia tetap sabar dan tidak menyerah, meski kondisi ekonomi sering kali tidak mudah.

Bagikan:

Artikel Terkait

Tags

Tinggalkan komentar